Multimedia pembelajaran revolusi industri era 4.0
Arus globalisasi sudah tidak terbendung masuk ke Indonesia. Disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0, yakni menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence,big data, robotic, dan lain sebagainya atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation. Menghadapi tantangan tersebut, pengajaran di perguruan tinggi pun dituntut untuk berubah, termasuk dalam menghasilkan dosen berkualitas bagi generasi masa depan.
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menjelaskan, berdasarkan evaluasi awal tentang kesiapan negara dalam menghadapi revolusi industri 4.0 Indonesia diperkirakan sebagai negara dengan potensi tinggi. Meski masih di bawah Singapura, di tingkat Asia Tenggara posisi Indonesia cukup diperhitungkan. Sedangkan terkait denganglobal competitiveness index pada World Economic Forum 2017-2018, Indonesia menempati posisi ke-36, naik lima peringkat dari tahun sebelumnya posisi ke-41 dari 137 negara.
“Tetapi jika dibandingkan dengan Malaysia, Singapura, dan Thailand, kita masih di bawah. Tahun ini global competitiveness indexThailand di peringkat 32, Malaysia 23, dan Singapura ketiga. Beberapa penyebab Indonesia masih kalah ini karena lemahnyahigher education and training, science and technology readiness, dan innovation and business sophistication. Inilah yang perlu diperbaiki supaya daya saing kita tidak rendah,” tutur Nasir dalam konferensi pers di Gedung D Kemenristekdikti, Jakarta, Senin (29/1).
Nasir mengungkapkan, saat ini sasaran strategis Kemenristekdikti dianggap masih relevan sehingga perubahan hanya dilakukan pada program dan model layanan yang lebih banyak menyediakan atau menggunakan teknologi digital (online). Kendati demikian, kebijakan pendidikan tinggi pun harus disesuaikan dengan kondisi revolusi industri 4.0. Menurut dia, terdapat perubahan kebijakan dan program yang terkait dengan sumber daya iptek dikti, kelembagaan, pembelajaran dan kemahasiswaan, serta riset dan pengembangan juga inovasi.
“Perubahan dalam bidang sumber daya sangat penting, meliputi pengembangan kapasitas dosen dan tutor dalam pembelajaran daring. Jadi dosen ini perannya juga sebagai tutor. Kemudian pengembangan infrastruktur MOOC (Massive Open Online Course), teaching industry, dan e-library yang sebenarnya sudah berjalan,” papar Nasir.
Berkaitan dengan sumber daya, Nasir menambahkan, pada era ini Dosen memiliki tuntutan lebih, baik dalam kompetensi maupun kemampuan untuk melakukan kolaborasi riset dengan profesor kelas dunia. Nantinya, akan disusun kebijakan terkait izin tinggal para profesor asing yang akan melakukan kolaborasi dengan Dosen di perguruan tinggi Indonesia.
“Presiden Joko Widodo memberikan arahan setidaknya ada 1.000 profesor kelas dunia yang dapat berkolaborasi, tetapi kami punya target 200 profesor. Tetapi untuk mewujudkannya perlu ada aturan terkait izin tinggalnya. Jadi izin tinggalnya bukan izin kerja tetapi dalam kolaborasi untuk meningkatkan pendidikan tinggi Indonesia. Masa tinggalnya sesuai dengan masa kontrak yang ditetapkan, bisa dua sampai tiga tahun. Terkait itu, kami sudah berkomunikasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan,” sebutnya.
Kondisi Dosen Indonesia saat ini sendiri masih didominasi oleh generasi baby boomers dan generasi X yang merupakandigital immigrant. Sementara mahasiswa yang dihadapi merupakan generasi millennial ataudigital native. Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti pun berupaya menambah dosen dari generasi millennial, salah satunya melalui program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU), yakni program beasiswa percepatan S-2 dan S-3 bagi lulusan S-1 dalam kurun waktu empat tahun. Program PMDSU sendiri setidaknya sudah melahirkan dua dosen muda berkualifikasi Doktor, yaitu Grandprix (24 tahun) dan Suhendra Pakpahan (29 tahun). Bahkan, keduanya mampu menerbitkan lebih dari lima publikasi internasional terindeksScopus.
“PMDSU ini merupakan sebuah terobosan yang kami lakukan guna menyediakan SDM masa depan Indonesia yang berkualitas dengan cara membangun role model pendidik dan peneliti yang ideal sekaligus menumbuhkan academic leader di perguruan tinggi, serta bekerja sama dengan komunitas keilmuan dalam merumuskan kompetensi inti keilmuan,” ucap Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti, Ali Ghufron Mukti pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kemenristekdikti di Medan, belum lama ini.
Tantangan lain yang dihadapi dalam rangka memenuhi kebutuhan dosen berkualitas adalah menjaring lulusan terbaik perguruan tinggi untuk menjadi dosen. Pasalnya di era revolusi industri 4.0, profesi dosen semakin kompetitif. Setidaknya terdapat lima kualifikasi dan kompetensi dosen yang dibutuhkan, meliputi (1) educational competence, kompetensi berbasis Internet of Thing sebagai basic skill di era ini; (2)competence in research, kompetensi membangun jaringan untuk menumbuhkan ilmu, arah riset, dan terampil mendapatkangrant internasional; (3) competence for technological commercialization, punya kompetensi membawa grup dan mahasiswa pada komersialisasi dengan teknologi atas hasil inovasi dan penelitian; (4) competence in globalization, dunia tanpa sekat, tidak gagap terhadap berbagai budaya, kompetensi hybrid, yaitu global competence dan keunggulan memecahkan national problem; serta (5) competence in future strategies, di mana dunia mudah berubah dan berjalan cepat, sehingga punya kompetensi memprediksi dengan tepat apa yang akan terjadi di masa depan dan strateginya, dengan cara joint-lecture, joint-research, joint-publication, joint-lab, staff mobility dan rotasi, paham arah SDG’s dan industri, dan lain sebagainya.
Selain bidang sumber daya iptek dikti, imbuh Nasir, pada bidang kelembagaan kebijakan baru meliputi Peraturan Menteri (Permen) tentang Standar Pendidikan Tinggi Jarak Jauh (PJJ), fleksibilitas dan otonomi kewenangan kepada unit untuk mendorong kreativitas dan inovasi, serta memberi kesempatan untuk beroperasinya universitas unggul dunia di Indonesia. Untuk bidang pembelajaran dan kemahasiswaan, perubahan dilakukan dengan reorientasi kurikulum untuk membangun kompetensi era revolusi industri 4.0 berikut hibah dan bimbingan teknisnya, dan menyiapkan pembelajaran daring dalam bentuk hybrid atau blended learning melalui SPADA-IdREN. Sedangkan pada bidang riset dan pengembangan serta penguatan inovasi perubahan yang dilakukan meliputi penerapan teknologi digital dalam pengelolaan riset, harmonisasi hasil riset dan penerapan teknologi melalui Lembaga Manajemen Inovasi, serta mendorong riset dan inovasi di dunia usaha atau industri dengan pemberian insentif fiskal maupun non fiskal.
“Perguruan tinggi asing yang akan masuk Indonesia ini sudah mengantre. Kita jangan melihat sebagai ancaman tetapi peluang. Kemenristekdikti mengatur melalui Permen terkait izin perguruan asing tersebut, termasuk penetapan lokasi, program studi yang dibuka, bahkan mewajibkan untuk bekerja sama dan berkolaborasi dengan perguruan dalam negeri,”
Permasalahan
1.apakah kendala yang mungkin terjadi jika diindonesia nanti akan mengfunakan multimedia revolusi industri era 4.0 ini?
2. Bagaimana pengaruh multimedia revolusi industri ere 4.0 ini para pendidik maupun pelajar?
3. Apakah multimedia revolusi industri era 4.0 ini akan efektif jika digunakan diindonesia?
2. Menurut saya, pasti ada pengaruh positif dan negatif, dengan semakin maju nya teknolgi di zaman sekarang, tentu saja kita tidak boleh ketinggalan. Namun, kita lupa, bahwa teknologi yabg semakin canggih ini membuat kita malas. Sperti malas menulis. Mlas membca dll. Nah, hal2 ini perlu di tindak lanjuti.
BalasHapusJadi sebenarnya menurut anda ini lebih baik sigunakan atau tidak?
HapusSaya akan mencoba menjawab permasalahan no 2
BalasHapusMenurut saya pasti ada pengaruh multimedia pembelajaran revolusi industri era 4.0 ini bagi guru maupun siswa. Disini guru harus dituntut agar lebih kreatif dan inovatif agar guru tidak ketinggalan zaman dengan alat-alat yang sudah canggih sekrang. Kemudia untuk siswa akan berpengaruh juga untuk membuat sidwa akan lebih semangat belajar. contoh suatu gebrakan baru yang dilakukan 2 universitas terkemuka dunia (Harvard dan MIT) terkait kesiapan menghadapi revolusi industri 4.0 yakni dengan membuat suatu portal khusus yang menyediakan perkuliahan online learning secara gratis dan dapat diakses oleh siapapun, bukan tidak mungkin kini mimpi untuk menimba ilmu dari pengajar berkualitas dari dua kampus terkemuka dunia tersebut saat ini bukan menjadi suatu hal yang mustahil untuk diwujudkan.
Saya rasa bukan hanya guru yang dituntut aktif dan kreatif tetapi siswanya juga harus demikian karena jika hanya gru tapinsiswa tidak hasil nya pasti akan tidak maksimal
Hapussaya akan mencoba menjawab permasalahan yang ke dua, menurut saya akan ada dampak positif dan negatifnya, seperti yang dikatakan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menjelaskan ''Perguruan tinggi asing yang akan masuk Indonesia ini sudah mengantre. Kita jangan melihat sebagai ancaman tetapi peluang. Kemenristekdikti mengatur melalui Permen terkait izin perguruan asing tersebut, termasuk penetapan lokasi, program studi yang dibuka, bahkan mewajibkan untuk bekerja sama dan berkolaborasi dengan perguruan dalam negeri". jadi saya sependapat dengan pak menteri ini menuru saya juga kita jangan mengambil hal yang negatifnya saja, tetapi juga pikir kan hal-hal positif yang ada dalam multimedia ini.
BalasHapusJadi dengan menggunakan era ini kan membuat indonesia akan lebih maju dan lebih berkembang akan teknologi, jadi ini dijadikan sebagai peluang bukan ancaman
HapusSaya akan mencoba menjawab permasalahan Anda yang pertama yaitu penggunaan teknologi 4.0 memang hanya terbatas diimplementasikan perusahaan skala besar, karena memerlukan investasi yang tak sedikit. Untuk meningkatkan pendapatan Income negara dimulai dari meningkat SDM yang berkualitas.
BalasHapusDengan cara apa saja yang bisa dilakukan untuk meningkatkan SDM yang berkualitas seperti yang anda katakan itu?
HapusPerguruan tinggi di Indonesia harus mengantisipasi semakin pesatnya perkembangan teknologi yang terjadi dalam era revolusi industri 4.0. Kurikulum dan metode pendidikan pun harus menyesuaikan dengan iklim bisnis dan industri yang semakin kompetitif dan mengikuti perkembangan teknologi dan informasi.Dunia kerja di era revolusi industri 4.0 merupakan integrasi pemanfaatan internet dengan lini produksi di dunia industri yang memanfaatkan kecanggihan teknologi dan informasi. Karakteristik revolusi industri 4.0 ini meliputi digitalisasi, optimalisasi dan kustomisasi produksi, otomasi dan adapsi, human machine interaction, value added services and businesses, automatic data exchange and communication, dan penggunaan teknologi internet.
BalasHapus2. Menurut saya,dalam sesuatu itu pasti ada pengaruh positif dan negatif, dengan semakin maju nya teknolgi di zaman sekarang, tentu saja kita tidak boleh ketinggalan. Namun, kita lupa, bahwa teknologi yang semakin canggih ini membuat kita malas. Bagi siswa: Sperti malas menulis. Malas belajar.dan malas mengerjakan tugas Nah, hal2 ini perlu di tindak lanjuti.
BalasHapusJadi sebenarnya ini lebih baik digunakan atau tidak?
HapusMenurut saya dengan ini negara akan semakin maju bukan
Selama semua yang di butuhkan berkaitan dengan teknologi, signal, dsb memadai dan keberadaannya merata di seluruk nusantara, maka tinggal manusianya mampukah beradaptasi. Bila mampu maka semua akan berjalan lancar dan efektif juga efisien.
BalasHapusJadi disini perlunya kerja sama antara pemerintah dan pendidik dannjuga lihat kemapuan siswanya mampu atau tidak melakukan nya
HapusJadi disini perlunya kerja sama antara pemerintah dan pendidik dannjuga lihat kemapuan siswanya mampu atau tidak melakukan nya
HapusMenurut saya efektif digunakan diindonesia karena menggunakan teknologi dan juga membuat siswa tidak buta akan teknologi dan itu sangat membantu dalam proses belajar mengajar
BalasHapusPenggunaan multimedia ini pasti ada dampak positif dan negatif dampak positifnya semakin berkembangnya ilmu siswa dalam menggunakan teknologi dan dampak negatifnya siswa akan lebih malas dalam menulis dan membaca buku diperpus misalnya.
BalasHapuskendala yang terjadi adalah akan menjadi semakin malas karna semuanya serba di permudah dan instan
BalasHapuspengaruh multimedia pembelajaran revolusi industri era 4.0 ini bagi guru maupun siswa. Disini guru harus dituntut agar lebih kreatif dan inovatif agar guru tidak ketinggalan zaman dengan alat-alat yang sudah canggih sekrang. Kemudia untuk siswa akan berpengaruh juga untuk membuat sidwa akan lebih semangat belajar. contoh suatu gebrakan baru yang dilakukan 2 universitas terkemuka dunia (Harvard dan MIT) terkait kesiapan menghadapi revolusi industri 4.0 yakni dengan membuat suatu portal khusus yang menyediakan perkuliahan online learning secara gratis dan dapat diakses oleh siapapun, bukan tidak mungkin kini mimpi untuk menimba ilmu dari pengajar berkualitas dari dua kampus terkemuka dunia tersebut saat ini bukan menjadi suatu hal yang mustahil untuk di
BalasHapustambahan dari saya pada permasalahan nomor 2, Perkembangan Multimedia berlangsung demikian pesatnya sehingga para ahli menyebut gejala ini suatu revolusi. Sekalipun kemajuan tersebut masih dalam tahap perkembangan, sejak sekarang sudah dapat diperkirakan terjadinya perubahan dibidang komunikasi maupun bidang-bidang kehidupan lainnya yang berhubungan sebagai implikasi dari perkembangan teknologi media.
BalasHapusPerubahan yang sering terjadi terutama disebabkan oleh berbagai kemampuan dan potensi multimedia tersebut, yang memungkinkan manusia untuk saling berhubungan dan memenuhi kebutuhan komunikasi mereka.
ilmu dan teknologi/mltimedia berpengaruh dalam perkembangan dunia pendidikan di Indonesia. Salah satu wadah yang dirasa paling berperan dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia saat ini adalah internet. Yang pemanfaatan internet sebagai salah satu media pembelajaran dan pencarian informasi dan pengetahuan dapat lebih maksimal, walaupun akses internet di Indonesia belum sepenuhnya dapat dirasakan semua orang. adapun dampak buruknya yaitu :
-Mempengaruhi pola berpikir
- Hilangnya budaya tradisional
-Banyak menimbulkan berbagai kerusakan
Saya akan mencoba menjawab permasalahan ketiga. Menurut saya, multimedia ini cukup efektif digunakan di Indonesia. Mengingat teknologi informasi yang semakin berkembang saat ini. Diharapkan turut memajukan pendidikan di Indonesia.
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab permasalahan ketiga. Menurut saya, multimedia ini cukup efektif digunakan di Indonesia. Mengingat teknologi informasi yang semakin berkembang saat ini. Diharapkan turut memajukan pendidikan di Indonesia.
BalasHapusDari permasalahan nomor 1. Menurut saya, kendala yang mungkin terjadi jika diterapkan diindonesia adalah dari fasilitasnya. Untuk memenuhi fasilitas itu memerlukan biaya yang besar pula.
BalasHapus