Teori Pemrosesan Informasi Berbantuan Media ( menurut Gagne dan Atkinson )


PENGERTIAN TEORI PEMROSESAN INFORMASI

Teori pemrosesan informasi adalah teori kognitif tentang belajar yang menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali pengetahuan dari otak. Teori ini menjelaskan bagaimana seseorang memperoleh sejumlah informasi dan dapat diingat dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar tertentu yang dapat memudahkan semua informasi diproses di dalam otak melalui beberapa indera.
Teori pembelajaran pemrosesan informasi adalah bagian dari teori belajar sibernetik. Secara sederhana pengertian belajar menurut teori belajar sibernetik adalah pengolahan informasi. Dalam teori ini, seperti psikologi kognitif mengkaji proses belajar penting dari hasil belajar namun yang lebih penting dari kajian proses belajar itu sendiri adalah sistem informasi, sistem informasi inilah yang pada akhirnya akan menentukan proses belajar.
Model  belajar  pemrosesan  informasi  ini  sering  pula  disebut  model  kognitif information processing, karena dalam proses belajar  ini  tersedia  tiga  taraf struktural sistem informasi, yaitu:
1)      Sensory  atau  intake  register:  informasi  masuk  ke  sistem  melalui  sensory register,  tetapi  hanya  disimpan  untuk  periode  waktu  terbatas.  Agar  tetap dalam  sistem,  informasi  masuk  ke  working  memory  yang  digabungkan dengan informasi di long-term memory.
2)      Working memory: pengerjaan atau operasi  informasi berlangsung di working memory,  dan  di  sini  berlangsung  berpikir  yang  sadar.  Kelemahan  working memory  sangat  terbatas  kapasitas  isinya  dan memperhatikan  sejumlah  kecil informasi secara serempak.
3)      Long-term  memory,  yang  secara  potensial  tidak  terbatas  kapasitas  isinya sehingga mampu menampung seluruh  informasi yang sudah dimiliki peserta didik.  Kelemahannya  adalah  betapa  sulit  mengakses  informasi  yang tersimpan di dalamnya.

Diasumsikan,  ketika  individu  belajar,  di  dalam  dirinya  berlangsung  proses kendali atau pemantau bekerjanya  sistem  yang berupa prosedur  strategi mengingat, untuk  menyimpan  informasi  ke  dalam  long-term  memory  (materi  memory  atau ingatan) dan strategi umum pemecahan masalah (materi kreativitas).
Pengetahuan yang diproses dan dimaknai dalam memori kerja disimpan dalam memori jangka panjang dalam bentuk skema-skema teratur secara hirarkis. Tahap pemahaman dalam pemrosesan informasi dalam memori kerja  berfokus pada bagaimana pengetahuan baru dimodifikasi. Pemahaman berkenaan dan dipengaruhi oleh interpretasi terhadap stimulus. Faktor stimulus adalah karakteristik dari elemen-elemen desain pesan seperti ukuran, ilustrasi, teks, animasi, narasi, warna, musik, serta video.  Studi  tentang  bagaimana  informasi  diidentifikasi, diproses, dimaknai, dan ditransfer dalam dan dari memori kerja untuk disimpan dalam memori jangka panjang mengisyaratkan bahwa pendesainan pesan merupakan salah satu topik utama dalam pendesainan multimedia  instruksional. Dalam konteks ini, desain pesan multimedia berkenaan dengan penyeleksian, pengorganisasian, pengintegrasian elemen-elemen pesan untuk menyampaikan sesuatu informasi. Penyampaian informasi bermultimedia yang berhasil akan bergantung pada pengertian akan makna yang dilekatkan pada  stimulus elemen-elemen pesan tersebut. Proses penyeleksian, pengorganisasian, serta pengintegrasian elemen-elemen informasi tersebut 
Menurut Gagne
            Robert. M. Gagne sebagaimana yang dikutip oleh Bambang Warsita, dalam bukunya : The Conditioning of Learning mengemukakan bahwa ; Learning is a change in human disposition or capacity, wich persists over a period time, and wich is not simply ascribable to process of growth. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja Dan Gagne menyatakan bahwa  belajar merupakan seperangkat proses yang bersifat internal bagi setiap individu sebagai hasil transformasi rangsangan yang berasal dari peristiwa  eksternal di lingkungan individu yang bersangkutan (kondisi) . 

Penjelasan dari Bambang Warsita, bahwa berdasarkan kondisi internal dan eksternal ini, Gagne menjelaskan bagaimana proses belajar itu terjadi. Model proses belajar yang dikembangkan oleh Gagne didasarkan pada teori pemrosesan informasi, yaitu sebagai berikut :

1.Rangsangan yang diterima panca indera akan disalurkan ke pusat syaraf dan diproses sebagai informasi.
2.Informasi dipilih secara selektif, ada yang dibuang, ada yang disimpan dalam memori jangka pendek, dan ada yang disimpan dalam memori jangka panjang.
3.Memori-memori ini tercampur dengan memori yang telah ada sebelumnya, dan dapat diungkap kembali setelah dilakukan pengolahan. (Bambang Warsita , 2008: 69).
Dalam bukunya Robert M. Gagne disebutkan bahwa : A very special kind of intellectual skill, of particular in probelem solving, is called a cognitive strategy. In term of modern learning theory, a cognitive strategy is a control process . An internal process by means of which thinking. Gagne mengemukakan delapan fase dalam satu tindakan belajar. Fase-fase itu merupakan kejadian-kejadian eksternal yang dapat distrukturkan oleh siswa atau guru. Setiap fase dipasangkan dengan suatu proses yang terjadi dalam pikiran siswa. Kejadian-kejadian belajar itu akan diuraikan dibawah ini, yaitu:

1. Fase motivasi : siswa yang belajar harus diberi motivasi untuk memanggil informasi yang telah dipelajari sebelumnya.
2. Fase pengenalan : siswa harus memberikan perhatian pada bagian-bagian yang esensial dari suatu kejadian instruksional, jika belajar akan terjadi.
3. Fase perolehan : apabila siswa memperhatikan informasi yang relevan, maka ia telah siap untuk menerima pelajaran.
4. Fase retensi : informasi baru yang diperoleh harus dipindahkan dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Ini dapat terjadi melalui penggulangan kembali
5. Fase pemanggilan : pemanggilan dapat ditolong dengan memperhatikan kaitan-kaitan antara konsep khususnya antara pengetahuan baru dengan pengetahuan sebelumnya.
6. Fase generalisasi : biasanya informasi itu kurang nilainya, jika tidak dapat diterapkan diluar konteks di mana informasi itu dipelajari.
7. Fase penampilan : tingkah laku yang dapat diamati. Belajar terjadi apabila stimulus mempengaruhi individu sedemikan rupa sehingga performancenya berubah dari situasi sebelum belajar kepada situasi sesudah belajar.
8. Fase umpan balik : para siswa harus memperoleh umpan balik tentang penampilan mereka yang menunjukkan apakah mereka telah atau belum mengerti tentang apa yang diajarkan.

Asumsi yang mendasari teori-teori pemrosesan informasi menjelaskan tentang (1) hakekat sistem memori manusia, dan (2) cara bagaimana pengetahuan digambarkan dan disimpan dalam memori. Konsepsi lama mengenai memori manusia adalah bahwa memori itu semata-mata hanya tempat penyimpanan untuk menyimpan informasi dalam waktu yang lama, sehingga memori diartikan sebagai koleksi potongan-potongan kecil informasi yang terlepas-lepas atau saling tidak ada kaitannya. Akan tetapi pada tahun 1960-an memori manusia mulai dipandang sebagai suatu struktur yang rumit yang mengolah dan mengorganisasi semua pengetahuan manusia
Metode ini sangat cocok untuk pemerolehan kemampuan yang membutuhkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsur kecepatan spontanitas kelenturan daya tahan. Teori ini juga cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan peran orang tua. Kekurangan metode ini adalah pembelajaran siswa yang berpusat pada guru bersifat mekanistis dan hanya berorientasi pada hasil. Murid dipandang pasif, murid hanya mendengarkan, menghafal penjelasan guru sehingga guru sebagai sentral dan bersifat otoriter.

·                     Menurut Atkinson

Teori pemrosesan informasi ini didasarkan pada model memori dan penyimpanan yang dikemukakan oleh Atkinson dan Shiffin yang menyatakan bahwa memori manusia terdiri dari tiga jenis yaitu sensori memori (sensory register) yang menerima informasi melalui indra penerima seperti mata, telinga, hidung, mulut, dan atau tangan, setelah beberapa detik, informasi tersebut akan hilang atau diteruskan pada ingatan jangka pendek (short term memory atau working memory). Informasi tersebut setelah 5-20 detik akan hilang atau tersimpan ke dalam ingatan jangka panjang ( long term memory).

MODEL PEMROSESAN INFORMASI

Pada hakikatnya model pembelajaran dengan pemerosesan informasi didasarkan pada teori belajar kognitif. Model pembelajaran tersebut berorientasi pada kemampuan siswa memproses informasi dan sistem yang dapat memperbaiki kemampuan belajar siswa. Pemrosesan informasi menunjuk kepada cara-cara mengumpulkan atau menerima stimulus dari lingkungan, mengorganisasi data, memecahkan masalah, menemukan konsep-konsep dan pemecahan masalah serta menggunakan simbol-simbol verbal dan non-verbal.
Proses informasi dalam ingatan dimulai dari proses penerimaan informasi (encoding), diikuti dengan penyimpanan informasi (stroge ) dan diakhiri dengan mengungkapkan kembali informas-informasi yang telah disimpan dalam ingatan (retrival ). Teori belajar pemerosesan informasi mendeskripsikan tindakan belajar merupakan proses internal yang mencakup beberapa tahapan.
Encoding adalah proses memasukkan informasi ke dalam memori. Sistem syaraf menggunakan kode internal yang merepresentasikan stimulus eksternal. Dengan cara ini representasi objek/kejadian eksternal dikodekan menjadi informasi internal dan siap disimpan.
Stroge adalah informasi yang diambilkan dari memori jangka pendek kemudian diteruskan untuk diproses dan digabungkan ke dalam memori jangka panjang. Namun tidak semua informasi dari memori jangka pendek dapat disimpan. Kunci penting dalam penyimpanan di memori jangka panjang adalah adanya motivasi yang cukup untuk mendorong adanya latihan berulang hal-hal dari memori jangka pendek.
Retrival adalah hasil akhir dari proses memori. Mengacu pada pemanfaatan informasi yang disimpan. Agar dapat diambil kembali, informasi yang disimpan tidak hanya tersedia tetapi juga dapat diperoleh karena meskipun secara teoritis informasi yang disimpan tersedia tetapi tidak selalu mudah untuk menggunakan dan menempatkannya.
Teori ini ditemukan oleh Gagne yang didasarkan atas hasil riset tentang faktor-faktor yang kompleks pada proses belajar manusia. Penelitiannya dimaksudkan untuk menemukan teori pembelajaran yang efektif. Analisanya dimulai dari identifikasi konsep hirarki belajar, yaitu urut-urutan kemampuan yang harus dikuasai oleh pembelajar (peserta didik) agar dapat mempelajari hal-hal yang lebih sulit atau lebih kompleks.
Teori pemrosesan informasi umumnya berpijak pada tiga asumsi berikut :
1. Antara stimulus dan respon berpijak pada asumsi, yaitu pemrosesan informasi ketika pada masing-masing tahapan dibutuhkan sejumlah waktu tertentu
2. Stimulus yang diproses melalui tahap-tahapan tadi akan mengalami perubahan bentuk ataupun isinya
3. Salah satu tahapan mempunyai kapasitas yang terbatas.

Permasalahan :
1. Jelaskan bagaimana cara kita meminimalisir hambatan atau kekurangan dari teori pemerosesan informasi?
2. bagaimanakah proses pengelohan informasi agar informasi tersebut tetap tersimpan pada ingatan jangka panjang kita?
3. Jelaskan Bagaimana tanggapan anda mengenai kemampuan anak yang berbeda beda dalam menyerap informasi?

                                                     
                                                        DAFTAR PUSTAKA

http://aannofianengsih04.blogspot.co.id/2017/02/teori-pemrosesan-informasi-berbantuan.html?m=1

http://silmiauliawardah13.blogspot.co.id/2017/02/teori-pemrosesan-informasi-berbantuan.html?m=1

https://www.google.com/amp/s/blogzulkifli.wordpress.com/2011/06/08/teori-pemrosesan-informasi/amp/?espv=1

Komentar

  1. Assalamualaikum wr.wb disini saya ingin menanggapi permasalahan pertama salah satu kekurangan teori pemrosesan informasi adalah pabila guru tidak dapat menyampaikan materi secara kreatif dan menarik maka peserta didik tidak dapat menerima materi yang disampaikan dengan baik sehingga tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai. Selain itu apabila ada peserta didik yang tidak aktif dalam proses pembelajaran maka guru akan sulit dalam menyampaikan materi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waktu saya SMA kami disuruh berperan aktif dalam belajar, tapi masih banyak yang tidak aktif dan saya lihat guri saya tidak sulit menyampaikan materi

      Hapus
  2. Assalamu'alaikum, disini saya akan mencoba menjawab permasalahan no. 1
    salah satu kekurangan teori pemrosesan informasi adalah pabila guru tidak dapat menyampaikan materi secara kreatif dan menarik maka peserta didik tidak dapat menerima materi yang disampaikan dengan baik sehingga tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai. Selain itu apabila ada peserta didik yang tidak aktif dalam proses pembelajaran maka guru akan sulit dalam menyampaikan materi.
    Sehingga cara mengatasinya yakni dengan menggunakan media lain sebagi alat bantu untuk penyampaian informasi materi kepada siswa agar siswa dapat lebih mudah dan paham dalam pembelajaran dengan menggunkan alat peraga sederhana yang murah mudah dan bermanfaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Media yang bagaimana yang anda maksud? Bisakah berikan contohnya gar lebih dimengerti

      Hapus
  3. Assalamualaikum saudari zelvi, saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2.

    Ada 5 tahap agar materi itu dapat diingat dan di pahami dalam jangka waktu yang lama.
    1. Pemaknaan.
    2. Asosiasi
    3. Imajinasi
    4. Organisasi
    5. Pengulangan

    Kita sebagai guru dalam menyampaikan materi harus memberikan makna yang sesungguh nya dari materi tersebut. Banyak pada kenyataan nya, apa yang di ajarkan dan yang seharus nya di capai sangat lah berbeda. Kemudian juga pengulangan. Kita akan lebih memahami jika kiga sering mengulang materi tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terkait permasalahan anda, saya sependapat dengan saudari yulisa. Dan sedikit penambahan terkait cara agar proses pengelohan informasi informasi tetap tersimpan pada ingatan jangka panjang yaitu dengan sering mengulang/mengulas kembali terkait informasi - informasi yang telah diterekam dimemori. selain itu berikan kesempatan otak untuk mencernanya sehingga timbullah pemahaman terkait informasi yang didapatkan. Menurut American Psychological Association, mnemonic devices atau perangkat mnemonic dapat meningkatkan memori dengan menghubungkan informasi lama ke informasi baru. Informasi ini bisa dalam berbagai bentuk seperti gambar atau kata. Untuk menggunakan perangkat mnemonik visual, disarankan untuk mengasosiasikan gambar 3-D hidup dengan kata yang perlu diingat. Akronim atau jembatan keledai juga dapat membantu menguatkan memori. Perangkat mnemonic dapat digunakan dengan menciptakan kata dari huruf pertama dari ide-ide yang diinginkan. Sebagai contoh, Libur Nanti Kita RoBohkan CadaS FiRaun adalah akronim yang digunakan dalam mengingat urutan logam alkali.

      Hapus
    2. Saya ingin mengkritik sedikit jawaban yulisa 5 tahap yang anda sebutkan agar materi yang disampaikan bisa bertahan lama itu menurit saya bahasanya terlalu tinggi dan anda tidak penjelasan tentang itu jadi agak rancu gitu

      Hapus
    3. Terimakasih saudari novi paramita jawaban anda sedikit lebih jelas dari yulisa, tapi saya masih ada yang kurang tidak cukup hanya mengulang nya saja, tentu kita harus melakukan uji atau sperti tes agar kita tau lemampuan kita dalam mengingatnya dan bisa juga dengan membaut ssuatu yang unik tentang materi tersebut agar lebih mudah diingat

      Hapus
  4. Saya akan menjabarkan jawaban untuk pertanyaan kedua.
    Memori jangka panjang yang merupakan suatu memori yang menyimpan informasi yang tidak digunakan namun dapat dipanggil kembali sesuai kebutuhan manusia. Banyak informasi yang disimpan dalam memori jangka panjang dan ini disusun berdasarkan fungsi adaptifnya. Yaitu kemampuan spasial yaitu informasi mengenai letak dunia dan sekelilingnya. Karakteristik-karakteristik fisik dunia di sekeliling kita. Hubungan sosial seperti kawan kita, dengan siapa kita bergaul, mengenal musuh kita dan lain-lain. Nilai-nilai sosial, keterampilan motorik, dan keterampilan perseptual.
    Bagaimana proses pemanggilan informasi dari LTM (memori jangka panjang) ? Menurut Atkinson informasi yang ditangkap melalui perseptual masuk dan disimpan dalam memori sensorik kemudian masuk ke dalam filter yaitu memilah informasi yang dibutuhkan dan dianggap penting. Kemudian setelah masuk pemfilteran, masuk ke dalam STM (memori jangka pendek) setelah itu masuk LTM. Pada saat pemanggilan kembali informasi dari LTM diteruskan ke STM. Sehingga memori kerja berada di STM.
    Mekanisme otak dalam meneruskan sebuah informasi dari short-term memory ke long-term memory adalah dengan memahami informasi tersebut berdasarkan pemahaman sebelumnya, pengalaman sebelumnya, konteks yang pernah dialami dan dipahami sebelumnya, dan berdasarkan informasi-informasi yang telah tersimpan di long-term memory sebelumnya. Memahami informasi dan menyimpannya dalam long-term memory adalah proses mengkoneksikan informasi baru dengan informasi-informasi yang telah dipahaminya sebelumnya, menandainya, memberikan konteks terhadap informasi baru tersebut. 'Bola' informasi baru yang masuk ke ‘kamar’ short-term memory tadi seakan dicari sambungannya dengan 'bola-bola' informasi lainnya yang telah ada di ‘kamar’ long-term memory, kemudian diikat satu sama lain, ditandai, ditarik dari 'kamar' short-term memory dan disimpan ke ‘kamar’ long-term memory.
    Semestinya informasi baru diberikan berdasarkan konteks dan pemahaman yang sudah dimiliki oleh peserta didik. Padahal di Indonesia biasanya ada banyak peserta didik dalam satu kelas dengan latar belakang pengalaman dan pengetahuan yang berbeda-beda. Dalam hal ini, pengajar disarankan untuk membatasi jumlah informasi baru yang disampaikan dalam satu waktu dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memahami informasi atau konsep-konsep baru yang diterimanya dengan bahasa, konteks, dan pengalaman yang mereka pahami. Sebagai contoh, suatu ketika saya harus menjelaskan tentang konsep mem-format data hard disk komputer di hadapan anak-anak petani. Ya terpaksa saya harus menganalogikan mem-format hard disk dengan aktifitas membajak sawah, membagi petak-petak sawah, dan baru menanam padi sebagai analogi datanya. Diskusi aktif yang melibatkan semua peserta didik adalah strategi paling pas untuk mengimplementasikannya. Pengajar harus secara aktif memotivasi setiap peserta didik untuk menyampaikan kembali informasi yang dipahaminya dengan pemahaman dan bahasa mereka sendiri. Pengajar memiliki tanggung jawab untuk mengevaluasi atau mengoreksi apabila pemahaman itu salah atau berbeda jauh dengan konsep yang dimaksudkan. Selain itu belajar dengan langsung melakukan (learning by doing) juga merupakan salah satu metode efektif untuk mengendapkan langsung pemahaman peserta didik ke konteks dan wujud fisik obyek yang dipelajari.

    BalasHapus
  5. Saya akan menjawab pertanyaan kedua.
    Memori jangka panjang yang merupakan suatu memori yang menyimpan informasi yang tidak digunakan namun dapat dipanggil kembali sesuai kebutuhan manusia. Banyak informasi yang disimpan dalam memori jangka panjang dan ini disusun berdasarkan fungsi adaptifnya. Yaitu kemampuan spasial yaitu informasi mengenai letak dunia dan sekelilingnya. Karakteristik-karakteristik fisik dunia di sekeliling kita. Hubungan sosial seperti kawan kita, dengan siapa kita bergaul, mengenal musuh kita dan lain-lain. Nilai-nilai sosial, keterampilan motorik, dan keterampilan perseptual.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas jawaban anda, tapi dari jawaban anda anada hanya menjelaskan apa itu memori jangka panjang, tetapi tidak menjelaskan bagaiman agar informasi tersebut bisa bertahan lama dimemori jangka panjang

      Hapus
  6. Baiklah saya akan menjawab
    Informasi merupakan pengetahuan yang diperoleh dari pembelajaran, pengalaman atau instruksi. Teori pemrosesan informasi adalah teori yang beranggapan bahwa proses belajar meliputi kegiatan menerima, menyimpan dan mengungkapkan kembali informasi-informasi yang telah diterima oleh peserta didik sehingga hal tersebut mirip dengan apa yang terjadi pada komputer. Teori pemprosesan informasi beranggapan bahwa hanya sedikit informasi yang bisa diolah dalam memori kerja setiap saat. Terlalu banyak elemen bisa sangat membebani memori kerja sehingga menurunkan keefektifan pengolahan informasi. Urutan penerimaan informasi pada manusia adalah sebagai berikut: pertama, manusia menangkap informasi dari lingkungan melalui organ-organ sensorisnya yaitu: mata, telinga, hidung dan sebagainya. Tokoh teori pemrosesan informasi adalah Robert Milis Gagne.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi dari yang anda jelaskan itu letak jawaban dari permasalahan saya yang mana, karena menurut saya anda hanya menjelaskan tentang teori informasi bukan car meminimalisir kekuran dari teori tersebut

      Hapus
  7. saya akan menjawab permasalahan nomor 3 menurut saya setiap manusia mempunyai cara yang berbeda-beda dalam menerima informasi, ada siswa yang dapat dengan mudah mempelajari setiap informasi yang di terimanya , ada juga yang lambat dalam menerima informasi. itu semua tergantung kepada daya ingat dan bagaimana proses belajar dari siswa tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya rasa dari jawaban anda masih ada yang kurang. Anda tidak menjelaskan bagaimana cara mengatasi hal tersebut dan bagaimana tanggapan and tidak anda jelaskan

      Hapus
  8. Saya akan mencoba menjawab permasalahan Anda yang ketiga.
    Gaya belajar adalah kunci untuk mengembangkan kinerja dalam pekerjaan, di sekolah, dan dalam situasi-situasi antar pribadi. Ketika menyadari bahwa bagaimana seseorang menyerap dan mengolah informasi, belajar dan berkomunikasi menjadi sesuatu yang mudah dan menyenangkan. Begitu juga kemampuan daya serap siswa.
    Beberapa cara dapat digunakan untuk membantu siswa memaksimalkan gaya belajar mereka masing-masing. Pertama, jelaskan kepada mereka bahwa orang belajar dengan cara yang berbeda-beda, dan semua cara sama baiknya. Setiap cara mempunyai kekuatan sendiri-sendiri. Dalam kenyataannya, kita semua memiliki ketiga gaya belajar itu, hanya saja biasanya satu gaya mendominasi ( Rose dan Nicoll, 1997 )
    Selanjutnya, buatlah siswa menyadari gaya belajar masing-masing dengan menggunakan tes untuk mengidentifikasi gaya belajarnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi tentu disini guru harus paham dulu kan karakter dan kemampuan siswanya terlebih dahulu, dan guru harus memberikan pengetahuan awal kepada siswa sesuai dengan kemampuan yang ia miliki

      Hapus
  9. Memori jangka panjang yang merupakan suatu memori yang menyimpan informasi yang tidak digunakan namun dapat dipanggil kembali sesuai kebutuhan manusia. Banyak informasi yang disimpan dalam memori jangka panjang dan ini disusun berdasarkan fungsi adaptifnya. Yaitu kemampuan spasial yaitu informasi mengenai letak dunia dan sekelilingnya. Karakteristik-karakteristik fisik dunia di sekeliling kita. Hubungan sosial seperti kawan kita, dengan siapa kita bergaul, mengenal musuh kita dan lain-lain. Nilai-nilai sosial, keterampilan motorik, dan keterampilan perseptual.
    Bagaimana proses pemanggilan informasi dari LTM (memori jangka panjang) ? Menurut Atkinson informasi yang ditangkap melalui perseptual masuk dan disimpan dalam memori sensorik kemudian masuk ke dalam filter yaitu memilah informasi yang dibutuhkan dan dianggap penting. Kemudian setelah masuk pemfilteran, masuk ke dalam STM (memori jangka pendek) setelah itu masuk LTM. Pada saat pemanggilan kembali informasi dari LTM diteruskan ke STM. Sehingga memori kerja berada di STM.

    BalasHapus
  10. Jawaban untuk Permasalahan nomor 2
    Informasi yang disimpan dalam memori jangka panjang diduga dapat bertahan dalam waktu yang panjang bahkan selamanya. Kehilangan ingatan pada memori jangka panjang ini hanya dimungkinkan apabila seseorang mengalami kerusakan fungsional dari sistem ingatannya.
    Proses masuknya informasi ke dalam memori jangka panjang tetap melalui tahap memori sensoris. Pada tahap ini informasi dari luar yang diterima oleh indera diubah menjadi impuls-impuls neural sesuai dengan masing-masing fungsi indera, kemudian impuls-impuls neural yang mengandung informasi ini diteruskan ke memori jangka pendek. Setelah informasi masuk ke dalam memori jangka pendek, di seleksi sedemikian rupa mana yang dianggap penting dan tidak, kemudian diteruskan ke memori jangka panjang.
    Sebelum masuk ke memori jangka panjang, informasi yang telah disaring pada memori jangka pendek, perlu dilakukan proses semantic atau imagery coding. Dalam proses ini arti dari informasi dianalisis lebih jauh lagi. Misalnya saat kita mendengar seseorang yang mengatakan, “Atun dihina oleh Nana sampai sakit hati”, maka kita tidak hanya mengerti arti masing-masing kata dalam kalimat tersebut, tetapi kita juga berusaha mengerti apa yang terjadi sebenarnya dari keseluruhan kalimat tersebut. Sebaliknya bila kita mendengar kata-kata lain yang unsurnya sama, seperti “Nana dihina Atun sampai sakit hati”, maka kita tahu bahwa yang terjadi sekarang berbeda dari yang pertama. Dalam kedua kalimat tersebut kalau kita mengingat arti dari kata-kata dalam keseluruhan kalimat itu, maka kita sedang melakukan semantic coding; tetapi kalau kita membayangkan reaksi dari Atun atau Nina dalam peristiwa itu, maka kita melakukan imagery coding.

    BalasHapus
  11. untuk permasalahan yang kkedua yaitu dengan cara memberikan contoh yang berkaita dengan dunia nyata yg dapat langsung dilihat dan di ingat maka akan cepat masuk ke memori jangka panjang

    BalasHapus
  12. Dari permasalahan yang kedua. Menurut saya, siswa dapat mengulang pelajaran dirumah yang telah dipelajari disekolah. Agar ilmu yang telah didapat tetap lengket diotak.

    BalasHapus

Posting Komentar